Minggu, 05 Oktober 2014

Hukum Newton

HUKUM NEWTON
HUKUM NEWTON
Hukum I Newton : Setiap benda akan tetap diam atau bergerak lurus beraturan apabila pada benda itu tidak
bekerja gaya.
 \Sigma F = 0

Hukum II Newton : Bila sebuah benda mengalami gaya sebesar F maka benda tersebut akan mengalami
percepatan.
F = m . a
Keterangan:
F : gaya (N atau dn)
m : massa (kg atau g)
a : percepatan (m/s2 atau cm/
s2)
Hukum III Newton : Untuk setiap gaya aksi, akan selalu terdapat gaya reaksi yang sama besar dan berlawanan arah.

 F_{AB} = - F_{BA}

Gaya gesek

 F_{g} = \mu \times N
Keterangan:
  • Fg : Gaya gesek (N)
  •  \mu  : koefisien gesekan
  • N : gaya normal (N)

Gaya berat

 w = m \times g
Keterangan:
  • W : Gaya berat (N)
  • m : massa benda (kg)
  • g : gravitasi bumi (m/s2)

Berat jenis

 s = \rho \times g atau  s = \frac {w} {V}
Keterangan:
  • s: berat bersih (N/m3)
  • w: berat janda (N)
  • V: Volume oli (m3)
  •  \rho : massak kompor(kg/m3)

Apa Itu Gaya ... ???

Pengertian Gaya
Gaya adalah suatu kekuatan (Tarikan atau doronagan) yang mengakibatkan benda yang dikenainya mengalami perubahan posisi atau kedudukan (bergerak) dan atau berubah bentuk. Gaya juga dapat diartikan sebagai suatu tarikan atau dorongan yang dikerahkan sebuah benda terhadap benda lain. Misalnya pada kegiatan tarik tambang yang membuat pelakunya berpindah tempat.
Gaya yang berupa tarikan atau dorongan tersebut mempunyai arah gaya. Tarikan mempunyai arah yang mendekati orang/hewan/benda yang menariknya. Sedangkan dorongan mempunyai arah yang menjauhi orang/hewan/benda yang mendorongnya. Selain mempunyai arah, gaya pun mempunyai nilai, maka gaya merupakan besaran vektor.
Gaya selaku besaran vektor digambarkan sebagai anak panah. Arah anak panah menggambarkan arah gaya, sedangkan panjang anak panah menggambarkan besar/kekuatan gaya. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini :
arah gaya
arah gaya
Keterangan :
  • Anak panah merah menunjukan gaya ke kanan dengan besar gaya F1
  • Anak panah warna hitam menunjukan gaya ke atas dengan besar gaya F2
  • Anak panah warna kuning menunjukan gaya ke bawah dengan besar gaya F3
  • DLL
Gaya dapat menyebabkan sebuah benda berubah bentuk, berubah posisi, berubah kecepatan, berubah panjang atau volume, dan juga berubah arah. Besar kecilnya atau kuat lemahnya gaya yang harus kita keluarkan untuk suatu kegiatan, tergantung pada jenis kegiatannya. Sebuah gaya disimbolkan dengan huruf F singkatan dari Force. Satuan gaya dalam Satuan Internasional (SI) adalah Newton (N) yang merupakan penghormatan bagi seorang ilmuwan Fisika Inggris bernama Sir Isaac Newton (1642-1727).
Jadi dapat kita simpulakan bahwa gaya mempunyai 3 sifat, yaitu :
1. Gaya dapat mengubah bentuk benda.
2. Gaya dapat mengubah arah gerak benda
3. Gaya dapat menyebabkan benda bergerak atau berpindah tempat.
Jenis jenis Gaya
Berdasarkan kontak antara benda yang mengerjakan gaya dengan benda yang dikenai gaya, gaya dibedakan menjadi gaya sentuh dan gaya tak sentuh.
1. Gaya sentuh
Pengertian gaya sentuh adalah gaya yang dikerjakan harus dilakukan dengan pesentuhan atau kontak lengsung antara benda yang mengerjakan gaya dengan benda yang dikenai gaya. Contoh gaya sentuh adalah :
  • Gaya otot adalah gaya yang yang ditimbulkan oleh otot manusia dan hewan 
  • Gaya pegas yaitu gaya pulih yang ditimbulkan oleh benda yang mengalami pemampatan atau perenggangan 
  • Gaya gesekan adalah gaya yang timbul karena gesekan antara permukaan dua benda atau lebih 
  • Gaya mesin adalah gaya yang ditimbulakan oleh pembakaran bahan bakar didalam mesin 
2. Gaya Tak sentuh
Pengertian gaya tak sentuh adalah gaya yang dikerjakan tanpa adanya persentuhan atau kotak langsung antara benda yang mengerjakan gaya dengan benda yang dikenai gaya. Contoh gaya tak sentuh adalah
  • Gaya magnet adalah gaya tarik atau tolak yang ditimbulkan oleh benda yang besifat magnet
  • Gaya gravitasi adalah gaya yang ditimbukan oleh benda untuk menarik benda lain ke arah pusat benda yang bersangkutan. Misalnya gaya grafitasi bumi menarik benda benda di atas permukaan bumi ke arah pusat bumi. 
  • Gaya listrik adalah gaya yang ditimbulakan oleh muatan muatan listrik atau arus listrik 
  • Gaya berat atau yang biasa disebut berat benda. Berat benda merupakan gaya gravitasi bumi yang bekerja pada benda tersebut.

Sistem Udara ( Air Induction System )



Air Induction System (Sistem Pemasukan Udara dan Pembuangan Gas Bekas)



Engine Diesel memerlukan jumlah udara yang banyak untuk membakar bahan bakar. Sistem udara masuk harus menyediakan udara yang cukup bersih untuk pembakaran. Sistem pembuangan gas bekas harus membuang panas dan gas pembakaran. Tiap hambatan terhadap aliran udara atau gas pembakaran yang melalui sistem akan mengurangi kinerja engine.






Gb. 3.1 Skema Jenis Sistem Udara Masuk

Terdapat beberapa jenis dari sistem udara masuk, yaitu :
·         Naturally Aspirated (NA)
·         Turbocharged (T)
·         Turbocharged Aftercooled (TA)






Komponen Dasar Air Induction System



Sistem pemasukan udara dan pembuangan gas buang yang umum termasuk precleaner (1), air filter (2), turbocharger (3), intake manifold (4), aftercooler (5), exhaust manifold (6), exhaust stack (7), muffler dan connecting pipes (8).

Gb. 3.3 Komponen Dasar Air Induction System

Untuk melakukan pekerjaan dan perbaikan pada sistem udara pada engine, maka penting untuk memahami aliran udara melalui sistem dan fungsi tiap komponen. Juga penting untuk memahami bentuk komponen tersebut dan bagaimana cara bekerjanya.

·         Precleaner/saringan awal udara                                                           
Precleaner selalu digunakan pada sistem udara engine diesel. Precleaner menyaring kotoran-kotoran yang kasar yang terdapat di dalam udara. Udara bersih merupakan masalah kritis bagi unjuk kerja engine. Kotoran dapat mempercepat keausan dan merusak komponen engine.
Jenis precleaner umum yang biasa digunakan ada dua jenis, yaitu :
1.      Cyclone Tube
2.      Full View
Kotoran yang tersaring oleh precleaner selanjutnya akan dibuang ke atmosfer melalui komponen dust ejector.



·         Turbocharger                                                                                           
Dari saringan udara lalu udara mengalir ke dalam turbocharger.
Fungsi dari Turbocharger adalah :
·         Membantu menjaga tenaga engine pada dataran tinggi.
·         Menambah tenaga engine (horsepower).
Turbocharger menyediakan lebih banyak udara ke dalam engine sehingga memungkinkan lebih banyak bahan bakar yang dapat dibakar.

Sistem Operasi Turbocharger

Gb. 3.4 Turbocharger
Gas buang memutar turbin. Karena compressor dan turbin berada pada satu poros, maka compressor turut berputar. Bertambah cepat compressor berputar, maka bertambah banyak udara yang dimasukkan ke dalam sistem udara yang memperbesar tekanan dan density. Peningkatan tekanan udara disebut boost.






Waste Gate
Waste gate adalah bagian dari beberapa turbocharger. Apabila boost lebih besar dari yang dianjurkan, maka waste gate terbuka untuk membuang gas buang dari sekeliling turbin ke atmosfer.
Dengan mengurangi aliran gas buang, maka akan memperlambat putaran turbin dan kompresor untuk mengontrol tekanan boost. Turbocharger memberikan banyak udara untuk memperbaiki pembakaran.


Karena udara dimampatkan, maka udara tersebut akan panas dan mengembang, menjadi berkurang massa jenisnya. Ini berarti akan terjadi tidak cukup udara untuk menghasilkan pembakaran yang baik, pada fuel setting yang lebih besar. Sebagian besar engine yang memakai turbocharger memakai aftercooler untuk mengurangi suhu udara masuk.  

·         Aftercooler                                                                                               
Turbocharger menaikkan suhu udara masuk sekitar 300 derajat F. Udara  masuk yang panas, kurang padat. Aftercooler mengambil panas dari udara masuk.

·         Intake manifold                                                                                       
Dari aftercooler, udara mengalir masuk ke dalam intake manifold dan ke lubang valve intake pada tiap cylinder. Intake manifold berada pada cylinder head.

·         Exhaust Manifold                                                                                  



Udara masuk ke dalam ruang bakar dimana terjadi pembakaran. Gas hasil pembakaran keluar melalui lubang keluar dan masuk ke dalam exhaust manifold. Exhaust manifold terpasang pada cylinder head dan tepat pada lubang keluar untuk gas buang.






·         Muffler                                                                                                    
Dari turbocharger, gas bekas pembakaran disalurkan melalui muffler dan exhaust stack. Muffler meredam suara ribut dari gas buang sehingga membuat suara engine menjadi lebih halus.
 
·  
       Exhaust Stack                                                                                       




Setelah gas buang melalui muffler, maka gas buang tadi melewati exhaust stack (pipa keluar). Stack (pipa) ini mengeluarkan gas buang agar menjauh dari operator. Gas buang masuk ke atmosfer melalui stack tadi. Sebagai tambahan pada komponen dasar anda juga perlu memahami mengenai engine marine dan industrial yang mungkin memakai (1) water cooled exhaust manifold dan (2) water cooled turbocharger.